Jakarta – PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) (Askrindo) hingga Oktober 2014 membukukan laba bersih sebesar Rp 551,35 miliar, atau tumbuh 89,88 persen dibandingkan periode sama pada 2013 yang mencapai Rp 290,37 miliar. 
 
Pencapaian tersebut juga naik 57,20 persen dari akhir tahun 2013 yang tercatat Rp 350,72 miliar.
 
Direktur Utama PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) Antonius Chandra S Napitupulu mengatakan, untuk kredit usaha rakyat (KUR), hingga Oktober 2014 perseroan memperoleh premi sebesar Rp 950 miliar atau tumbuh 58,33 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 600 miliar. Sampai akhir tahun ini, Askrindo menargetkan perolehan premi sebesar Rp 1,1 triliun. “Tahun lalu, premi KUR kami hanya sebesar Rp 850 miliar,” ungkap dia kata dia kepada Beritasatu, belum lama ini.
 
Antonius mengatakan, komponen pendapatan terbesar berasal dari pendapatan bersih yang terdiri dari premi KUR dan non KUR. Adapun volume KUR yang dijaminkan perseroan sampai akhir Oktober 2014 mencapai Rp 24 triliun.
 
Diketahui, penyaluran KUR yang ditargetkan pemerintah tahun ini sebesar Rp 37-40 triliun. Baik Askrindo maupun Perusahaan Umum (Perum) Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) bertugas menjamin penyaluran KUR sebesar 70 persen.
 
Menurut Antonius, penjaminan Askrindo yang mencapai Rp 24 triliun dipengaruhi likuiditas perbankan dan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang membuat banyak bank menahan diri sepanjang tahun ini. “Selain itu, ada juga perubahan kabinet dan pergantian presiden. Namun, non performing garanty (NPG) Askrindo hingga saat ini mampu kami jaga di level 3 persen,” jelas dia.
 
Terkait pendapatan non KUR, Antonius memaparkan, perseroan mencatatkan sampai Oktober lalu premi kredit Askrindo sebesar Rp 1,5 triliun atau tumbuh 50 persen dibandingkan periode sama pada 2013 yang mencapai Rp 1 triliun. Suretyship sebesar Rp 180 miliar, premi asuransi umu Rp 80 miliar, dan premi reasuransi sebesar Rp 50 miliar.
 
Pada Oktober 2014, badan usaha milik negara (BUMN) pembiayaan ini memiliki aset Rp 7,4 triliun dan diharapkan hingga akhir tahun ini dapat tumbuh 14,86 persen menjadi Rp 8,6 triliun.
 
Askrindo kini memiliki 60 cabang dan tahun depan akan menambah 1-2 cabang. Perseroan akan fokus kepada sumber daya manusia (SDM). Untuk itu, menurut Antonius, tahun depan perseroan akan menambah sekitar 100 karyawan. “Saat ini karyawan kami ada sebanyak 600 orang, tahun depan akan ditambah,” jelas dia.
 
Penulis: Devie Kania/WBP
Sumber : www.beritasatu.com




Artikel Selanjutnya >

Copyright © 2015 Askrindo - Indonesia. All Rights Reserved